************************************************************************************************************************
Saudaraku, kalau artikel dalam blog ini bermanfaat informasikanlah kepada muslim yang lain
(Setiap kata yang mencerahkan orang lain, Insya Allah, anda akan mendapat ganjaran pahala)
============================================================================
Tampilkan postingan dengan label Soul's bread. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soul's bread. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Maret 2010

Memburu Teri Kehilangan Kakap

Kamis, 11 Maret 2010, 10:53 WIB

Oleh Prof Dr Ali Mustafa Yaqub

Boleh jadi Anda pernah melihat Kebun Raya Bogor, atau minimal pernah mendengar tentang taman itu. Sebuah taman yang luas, dipagari besi keliling, dengan pohon-pohon tinggi dan rindang. Di dalamnya terdapat istana yang dikelilingi padang rumput hijau dengan kijang-kijang cantik yang dilepas bebas merumput di atasnya. Masih ada lagi, di dalam kebun yang beraneka pohon itu melintas sungai yang airnya gemericik mengalir tanpa henti.
Kebun Raya Bogor dengan istana di dalamnya adalah salah satu surga dari surga-surga di dunia. Kebun seperti itu mengingatkan kita tentang surga yang sebenarnya di akhirat. Ada mahligai, kebun-kebun dengan pohon-pohon yang rindang, dan sungai-sungai yang airnya mengalir di dalamnya. Surga-surga dunia seperti itu menjadi dambaan banyak orang.

Banyak orang di dunia ini yang mengejar-ngejar surga dunia itu. Pergi pagi pulang malam, gedebak-gedebuk membanting tulang, badannya tidak pernah istirahat, lupa anak dan istri, bahkan terkadang lupa makan, demi meraih surga dunia dambaannya itu. Apabila surga dunia belum dapat diraih dengan cara-cara yang legal, tidak sedikit orang mengejarnya dengan cara-cara ilegal.
Padahal, sebesar-besar surga di dunia, belum apa-apa bila dibanding dengan surga akhirat. Sabda Nabi Muhammad SAW, seperti diriwayatkan oleh Imam Muslim, ''Sekecil-kecil kavling di surga adalah sebesar dunia ini ditambah sepuluh kali lipatnya.'' Artinya, penghuni surga yang paling 'melarat' adalah yang kavlingnya sebesar sebelas kali lipat dunia ini. Subhanallah. Itu baru kavlingnya, bagaimana fasilitasnya?

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, ''Fasilitas terendah yang diberikan kepada penghuni surga adalah seseorang yang diberi pembantu sebanyak 80 ribu orang.'' Belum cukup sampai di situ. Kata Beliau lagi, masih riwayat Imam Ahmad bin Hanbal, ''Fasilitas terkecil bagi penghuni surga adalah seseorang yang dijodohkan oleh Allah SWT dengan 72 bidadari selain istrinya di dunia.'' Ya, salam . Dalam riwayat Imam al-Bukhari, Nabi SAW bersabda, "Apabila wanita surga itu meludahi dunia, maka dunia ini akan harum seluruhya.''

Apalah artinya surga dunia dibandingkan dengan surga akhirat. Kita sampai-sampai tidak mampu membayangkan surga di akhirat karena keluarbiasaannya. Kendati begitu, banyak orang yang justru mengejar surga dunia dengan cara-cara yang dilarang oleh Allah SWT. Ia mengejar yang kecil dan kehilangan yang amat besar. Ibaratnya, ia mengejar teri, tetapi kehilangan kakap. Atau dalam pepatah Jawa mburu uceng kelangan deleg .

Jumat, 05 Maret 2010

Terimalah Perbedaan


Lihatlah setiap orang sebagai individu dan bukan sebagai bagian sebuah kelompok. Seluruh manusia dari seluruh negara dan budaya pada dasarnya adalah sama tanpa memandang ras, warna, keyakinan atau jenis kelamin. Percayalah dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa sebagian besar orang-orang yang anda temui, jadikan teman atau ajak ber bisnis lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya dengan anda.

Orang pada dasarnya baik. Sebagian besar orang bertindak baik. Mereka tidak punya maksud menyakiti anda dan akan membantu anda pada saat anda membutuhkan. Jangan buang-buang waktu anda untuk memikirkan yang sebaliknya. Jangan menjadi pihak yang membuat rumor atau gosip.

Tolaklah kebijakan yang bersifat stereotip, memecah belah dan merendahkan diri yang mengelompokkan orang kedalam kategori-kategori. Jadilah orang pertama yang membangun jembatan toleransi dan kesepahaman.

Sumber : Internet


Senin, 29 Juni 2009

Nasehat WS. Rendra

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,

mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.


Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,

aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,


dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah ...
semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah ...
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"

(WS Rendra)

Sabtu, 27 Juni 2009

Bacalah Biografi


Bayangkan jika anda dapat belajar dari rahasia sukses orang-orang besar yang pernah hidup? Ya anda bisa.

Kehidupan orang yang terkenal maupun tidak terkenal telah tercatat dalam berbagai biografi dan siap untuk anda baca dan pelajari.

Dari biografi, anda akan temukan kehidupan pemimpin-pemimpin pemerintahan, pengusaha dan para humanis. Anda akan membaca tentang keberhasilan dan prestasi. Anda juga akan belajar berapa kali para pemenang harus kalah dalam perjalanannya menuju kemenangan.

Saat membaca biografi, anda mungkin mendapat kesimpulan yang mengejutkan tentang betapa banyak kelebihan yang anda miliki. Anda mungkin akan menyimpulkan, "Hei, saya bisa melakukan hal ini." Anda bisa membuat hidup anda lebih berarti. Biografi membantu anda mencari jalan. Anda hanya perlu pergi ke perpustakaan, toko buku atau menjelajah internet.

Sumber : Internet

Berterima Kasihlah


Hidup tidak mungkin berjalan persis seperti yang anda inginkan. Anda akan mengalami saat-saat jatuh bangun dan menghadapi rintangan. Anda akan mempunyai kesempatan berlatih untuk tidak mengeluh dan sabar. Namun demikian karena anda berfokus kepada gambar yang lebih besar, maka anda akan dapat meletakkan kejadian-kejadian yang terjadi setiap hari dalam perspektif nya.

Bersyukurlah terhadap segala yang anda miliki. Hargai dan terima pujian. Dalam kerangka yang lebih luas, anda seyogyanya bersyukur atas kesehatan yang baik, pasangan yang sangat mendukung, profesi yang menguntungkan, kepatuhan, anak-anak yang sehat, pegawai yang sangat bagus, kemakmuran, keyakinan agama, teman-teman yang setia dan bahkan bersyukurlah atas kemenangan tim olahraga favorit anda. Bersyukurlah atas rahmat yang tentunya masih banyak lagi. Mengapa anda tidak menyempatkan diri menulis surat kepada orang yang telah membuat hidup anda berbeda dan berterima kasih kepada mereka?. Baik dia maupun anda akan merasakan manfaat dari hal tersebut.

Ketika anda bisa berterima kasih, maka anda bisa membantu orang lain untuk melakukan hal yang sama. Letakkan lilin anda di tempat dimana orang lain bisa memanfaatkannya untuk menyulut lilin mereka.

Sumber : internet

Senin, 15 Juni 2009

Kasih Allah Kepada HambaNya


Cara Tuhan membalas kasih terhadap kekasih-Nya tidak seperti manusia, Kalau manusia membalas kasih terhadap kekasihnya diberi sesuatu yang menghiburkan atau menyukakan, Kalau berlaku disebalik itu, bukan membalas kasih namanya,

Berlainan sekali Tuhan terhadap kekasih-Nya, Memberi kasih sungguh aneh, tidak serupa dengan manusia, Tuhan memberi kasih terhadap cinta-Nya, disusah-susahkan-Nya dengan bermacam-macam penderitaan,

Kekasih-kekasih Tuhan ialah para Rasul dan Ambiya dan juga orang yang soleh dan bertaqwa sepanjang zaman, Kasih Tuhan terhadap mereka dimiskinkan, dibenci orang, disakitkan, dihalang perjuangannya dan diperangi, diburu oleh musuh-musuhnya,

Meraka dibuang dan terbuang di negeri orang di dalam kehidupan yang menyusahkan, mereka faham kasih Tuhan terhadap mereka, Kerana itulah mereka redha, mereka boleh sabar di dalam penderitaan, Bahkan rasa terhibur kerana Tuhannnya,

Kerana itulah Nabi pernah bersabda: "Bala yang paling dahsyat ditimpakan adalah kepada para Rasul dan Ambiya dan Auliya" Kemudian mereka selepas itu mengikut peringkat yang diberikan iman kepada mereka, Semakin tinggi iman mereka, semakin berat bala ditimpakan kepadanya, Kalau kurang iman mereka, kurang pula bala,

Bala yang ditimpa kepada orang beriman mengikut tinggi rendah imannya,Ada juga orang tidak beriman, fasik dan zalim, Diberatkan ujian kepada mereka itu adalah kutukan Tuhan kepada mereka, Yang saya ceritakan ini hanya orang beriman sahaja,

Kalau seorang Islam tidak pernah dibala atau balanya ringan sahaja janganlah bergembira, Jangan-jangan mereka sudah tidak ada perhatian lagi dari Tuhannya, Kerana itu takutlah dengan Tuhannya,

Kerana kasih Tuhan kepada hamba-Nya bukan macam manusia, Kasih Tuhan kepada hamba-Nya tersendiri caranya, Orang bertaqwa sahaja yang faham tentang Tuhannya.

Nukilan:Ust Hj Ashaari Muhammad

Jumat, 12 Juni 2009

Kedamaian hati adalah kedamaian sejati


Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenagkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang.

Permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung-gunung yang tenang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang mandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul.

Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Disisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Didalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya.

Jadi,ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?
Sang Raja memilih lukisan nomor dua.

Tahukah Anda mengapa?
karena jawab sang Raja,
"Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa."

"Kedamaian hati adalah kedamaian sejati."

Jumat, 29 Mei 2009

GADIS KECIL DAN KOTAK EMAS


Ana Lucia

Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang ayah. "Ini untuk ayah," kata anak gadis itu.

Sang ayah tak jadi marah. Namun ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya. "Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!"

Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, "Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu."

"Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?" bentak ayahnya.

"Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu," bisik anak perempuan itu.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.

Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.

Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta. (01042002)

(Disadur dari: Ana Lucia, A Little Girl and The Golden Box)

Sabtu, 23 Mei 2009

TRUE LOVE


Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita.

Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia....."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu, mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman...
Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.....

"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku.

Tidak satupun dari pribadimu yang kudapati kurang....

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia pun menunduk dan menangis.....

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

Diterjemahkan dari tulisan : Trevor Klein

KESULITAN? ATASI SEKARANG JUGA!


Brian Cavanaugh

Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak baik.

Hari ini mata bajaknya pecah lagi. Ia lalu memikirkan bahwa semua kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan untuk melakukan sesuatu pada batu itu.

Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah batu. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal sekitar 6 inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan dengan palu biasa. Kemudian ia menghancurkan batu itu sambil tersenyum gembira. Ia teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya selama bertahun-tahun oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah dan cepat.

Pojok Renungan Editor: Pepatah mengatakan, semakin jauh kita meletakkan benda dari cahaya, semakin besar bayangannya di dinding. Kita sering ditakuti oleh bayangan seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka, atasi persoalan anda sekarang. (010601)

(Brian Cavanaugh, T.O.R., The Sower's Seeds)

Kenanglah Kebaikan Orang Lain


Banyak orang keluar masuk dalam hidup kita.
Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas keras.
Ada yang telah lama berjalan beiringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya
Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati.
Ada yang datang pergi begitu saja seolah tak pernah ada.

Semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan manik-manik pembentuk mosaik catatan sejarah.
Gambaran itu sebenarnya telah terbentuk, hanya saja tak pernah selesai.
Atau kita salah lihat, sehingga seringkali tak bisa dinikmati keindahan karyanya.

Ambillah waktu sejenak untuk mengenang mereka yang pernah hadir dalam hidup anda.
Kenanglah seluruh kebaikan mereka serta kebaikan yang mungkin tersembunyi di balik tabir kekecewaan.
Mereka adalah orangtua dan guru, sanak dan kerabat, teman serta sahabat.
Juga tiada salahnya mengenang mereka yang pernah anda anggap musuh dan pengkhianat.
Atau yang tak pernah anda tahu nama dan wajahnya.
Bagaimana pun mereka telah turut memahat pribadi anda; menyapukan tinta pada lukisan hidup anda; menyiangi tanaman jiwa anda.

Kenanglah dalam genangan cinta yang tak bertepi. Hanya dalam tatapan cintalah anda bisa memandang indahnya kehidupan ini. Karena tiada secuilpun hidup yang perlu disesali, maka hanya cinta dan kasih sayanglah jawabannya.

(sumber: Unknown)

Sabtu, 09 Mei 2009

MILIK YANG LEBIH BERHARGA


Unknown

Seorang wanita bijak sedang berjalan di pegunungan dan menemukan sebongkah berlian dalam sebuah sungai. Tak lama kemudian ia bertemu dengan seorang pejalan lain yang tampaknya sangat kelaparan. Lalu wanita bijak itu membuka tasnya dan memberikan beberapa potong roti padanya. Tanpa sengaja pejalan yang kelaparan itu melihat batu berlian itu berkilauan dan memohon agar ia diberikan batu berlian itu saja. Wanita bijak memberikannya begitu saja tanpa berat hati.

Pejalan itu meninggalkan wanita bijak dengan gembira. Ia merasa sangat beruntung karena telah mendapat batu berlian tiada ternilai harganya. Bila ditukar, berlian itu dapat memenuhi semua kebutuhan selama hidupnya.

Tetapi, beberapa hari kemudian ia menemui wanita bijak untuk mengembalikan batu berlian itu.

"Telah aku pikir-pikir," katanya. "Saya tahu betapa tak ternilainya harga batu berlian ini, tapi kali ini aku kembalikan padamu dengan harap agar kau berkenan memberikan padaku sesuatu yang jauh lebih berharga. Mohon berikan padaku sesuatu yang ada dalam jiwamu yang membuatmu mampu memberikan batu berlian ini padaku."

Pojok Renungan Editor: Terkadang yang dibutuhkan orang lain bukanlah kekayaan yang kau berikan pada mereka, tetapi apa yang ada dalam dirimulah yang dibutuhkan oleh orang lain.

Layanan Dengan Senyuman


Segala-galanya yang aku ketahui tentang urusan menjual aku pelajari dari ayahku, Walt, pada suatu sore di toko mebelnya di New Era, Michigan. Waktu itu umurku 12 tahun.

Ketika aku sedang menyapu lantai, seorang wanita setengah umur masuk ke toko. Aku meminta kepada ayah apakah aku boleh melayaninya. "Tentu saja boleh," jawab ayah.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanyaku menawarkan pelayanan.

"Ya, ada - anak muda. Saya membeli sofa di toko ini dan sekarang kakinya lepas. Saya ingin tahu, kapan kalian bisa membetulkannya."

"Kapan anda membelinya, nyonya?"

"Sekitar sepuluh tahun yang lalu"

Kukatakan pada ayah bahwa wanita itu mengira kami akan membetulkan sofa tuanya secara gratis. Ayah mengatakan agar memberi tahu wanita itu bahwa kami akan datang siang nanti.

Kami datang ke rumah wanita itu. Setelah menyekrupkan kaki yang baru ke sofanya, kami pergi lagi. Dalam perjalanan pulang, ayah bertanya, "Apa yang sedang kau pikirkan, nak?"

"Ayah khan tahu, aku ingin kuliah. Jika kita selalu saja berkeliling membetulkan sofa-sofa tua secara gratis, lama-kelamaan bisa bangkrut kita nanti!"

"Kau kuajak karena memang kau perlu belajar melakukan pekerjaan perbaikan.
Selain itu, urusan paling penting terlepas dari perhatianmu. Kau tidak melihat nama toko ketika kita membalikkan sofa tadi. Wanita itu membelinya di toko 'Sears'."

"Maksud ayah, kita mengerjakan perbaikan tadi secara gratis, sementara wanita itu sama sekali bukan pelanggan kita?"

Sambil menatapku, ayah berkata, "Sekarang ia menjadi pelanggan kita."

Dua hari kemudian, wanita setengah umur itu datang lagi ke toko kami dan aku melayaninya. Ia membeli mebel baru seharga beberapa ribu dollar. Ketika kami datang di rumahnya untuk mengantar barang itu, ia meletakkan sebuah guci besar yang penuh dengan uang dollar, satuan, limaan, puluhan, dua puluhan, lima puluhan dan ratusan, di atas meja dapur. "Ambil saja sendiri senilai mebel yang saya beli," katanya lalu keluar.

Sejak hari itu sudah 30 tahun lamanya aku bekerja sebagai tenaga sales. Aku selalu berhasil mencapai nilai keberhasilan transaksi tertinggi di setiap perusahaan yang kuwakili, karena aku tidak pernah meremehkan pelanggan. -

Michael T. Burcon (A Cup of Chicken Soup for The Soul - Jack Canfield, dkk.)

Sumber : Internet/milis

Kamis, 23 April 2009

KUBERIKAN SAAT MASIH HIDUP


Suatu ketika seorang yang sangat kaya bertanya kepada temannya.

"Mengapa aku dicela sebagai orang yang kikir? Padahal semua orang tahu bahwa aku telah membuat surat wasiat untuk mendermakan seluruh harta kekayaanku bila kelak aku mati."

"Begini," kata temannya, akan kuceritakan kepadamu tentang kisah babi dan sapi.

Suatu hari babi mengeluh kepada sapi mengenai dirinya yang tidak disenangi manusia.
"Mengapa orang selalu membicarakan kelembutanmu dan keindahan matamu yang sayu itu, tanya babi. Memang kau memberikan susu, mentega dan keju. Tapi yang kuberikan

jauh lebih banyak. Aku memberikan lemak, daging, paha, bulu, kulit. Bahkan kakiku pun dibuat asinan! Tetapi tetap saja manusia tak menyenangiku. Mengapa?" Sapi berpikir sejenak dan kemudian menjawab, "Ya, mungkin karena aku telah memberi kepada manusia ketika aku masih hidup."

"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu, dan dengarlah dan taatilah, serta dan nafkahkanlah (hartamu) Itulah yang lebih baik untuk dirimu. Dan barang siapa yang terpelihara dari kekikiran dirinya, maka merekalah orang-orang yang beruntung" - (At Taghaabun - QS 64:16)

Sumber : Internet/milis

Minggu, 19 April 2009

PEMBELI ISTIMEWA


(Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought, dari buku Etos
Bisnis dan Etika Manajemen)

Pada suatu hari, ketika jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengasi untuk membeli manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana itu di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia membungkus manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si pengemis, muncullah si pemilik toko berseru, "Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya." Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si pengemis.

Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, "Terima kasih atas kunjungan anda."

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko, "Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan kasirlah yang melayani pembeli."

Si pemilik toko itu berkata, "Saya mengerti mengapa kau heran. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku ingin langsung menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa, namun kali ini lain."

"Mengapa lain," tanya pelayan.

"Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kue di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat panting baginya. Karena itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah mengapa aku melayaninya," demikian penjelasan sang pemilik toko.

Pojok Renungan : Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan. Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya.

(Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought, dari buku Etos Bisnis dan Etika Manajemen)

ONGKOS PARKIR ROLLS-ROYCE


Unknown

Sebelum bepergian ke Eropa untuk suatu urusan bisnis, seorang pria kaya mengendarai Rolls-Roycenya menuju ke sebuah bank di pusat kota New York.
Pada petugas bank ia mengajukan pinjaman uang segera sebesar USD. 5.000,- Petugas bank meminta jaminan pada pria itu, yang lalu dijawabnya, "Baiklah, kalau begitu aku berikan Rolls-Royceku ini sebagai jaminan." Petugas bank langsung menyetujui tawaran itu. Ia lalu memarkirkan Rolls-Royce itu di lantai bawah gedung bank itu demi keamanan. Kemudian, ia menyerahkan USD. 5.000,-

Dua minggu kemudian, pria kaya itu pulang dari Eropa dan mengunjungi bank itu lagi. Ia bermaksud melunasi hutangnya serta mengambil Roll-Roycenya kembali. Petugas bank itu menghitung. "Anda harus mengembalikan pinjaman pokok anda sebesar USD. 5.000,- ditambah USD. 15,40 sebagai bunganya," kata petugas bank.

Pria itu segera menulis cek tunai. Ketika ia akan meninggalkan gedung, petugas bank itu menegur dan menanyakan sesuatu, "Tunggu tuan! Kami baru tahu bahwa anda adalah seorang jutawan, tetapi mengapa anda memerlukan datang ke sini dan meminjam uang USD. 5.000,-?"

Pria itu tersenyum, "Di mana lagi saya bisa memarkitkan Rolls-Royce di Manhattan ini selama dua minggu dan hanya membayar USD. 15,40?"

Smiley...! Cerdik bukan? (090601)

(Unknown)

Cerdik dan pelit (dm)

Rabu, 15 April 2009

Bear and the Two Travelers


by: Author Unknown, Source Unknown

Two men were traveling together, when a Bear suddenly met them on their path. One of them climbed up quickly into a tree and concealed himself in the branches. The other, seeing that he must be attacked, fell flat on the ground, and when the Bear came up and felt him with his snout, and smelt him all over, he held his breath, and feigned the appearance of death as much as he could. The Bear soon left him, for it is said he will not touch a dead body.

When he was quite gone, the other Traveler descended from the tree, and jocularly inquired of his friend what it was the Bear had whispered in his ear. "He gave me this advice," his companion replied. "Never travel with a friend who deserts you at the approach of danger."

Senin, 06 April 2009

JALAN MENUJU SUKSES


Unknown

Seorang eksekutif muda bertemu dengan seorang guru di sebuah jalan raya. Ia bertanya, "Guru, yang manakah jalan menuju sukses?"

Sang guru terdiam sejenak. Tanpa mengucapkan sepatah kata, sang guru menunjuk ke arah sebuah jalan. Eksekutif muda itu segera berlari menyusuri jalan yang ditunjukkan sang guru. Ia tak mau membuang-buang waktu lagi untuk meraih kesuksesan. Setelah beberapa saat melangkah tiba-tiba ia berseru, "Ha! Ini jalan buntu!" Benar, di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang menutupi jalan. Ia terpaku kebingungan, "Barangkali aku salah mengerti
maksud sang guru."

Eksekutif muda itu berbalik menemui sang guru untuk menanyakan sekali lagi, "Guru, yang manakah jalan menuju sukses."

Sang guru menunjuk ke arah yang sama.

Eksekutif muda itu berjalan ke arah itu lagi. Namun yang ditemuinya tetap saja sebuah tembok yang menutupi jalan. Ia merasa dipermainkan. Dengan penuh amarah ia menemui sang guru, "Guru, aku sudah menuruti petunjukmu. Tetapi yang aku temui adalah sebuah jalan buntu. Aku tanyakan sekali lagi padamu, yang manakah jalan menuju sukses? Kau jangan hanya menunjukkan jari saja, tetapi bicaralah!"

Akhirnya sang guru berbicara, "Di situlah jalan menuju sukses. Hanya beberapa langkah saja di balik tembok itu."

Pojok Renungan Editor: Keberhasilan seringkali tak tampak karena ia bersembunyi di balik kesulitan. Cuma orang-orang yang mampu mendaki "tembok" itulah yang akan menemui keberhasilan. (270301)

Sabtu, 21 Maret 2009

Ujian


Suatu ketika, dalam sebuah ruang kelas kuliah, berlangsung sebuah ujian. Semua mahasiswa tampak serius mengerjakan soal-soal, sebab, ujian ini adalah tes terakhir sebelum mereka lulus. Semuanya tampak tekun, hingga mereka melihat sebuah pertanyaan terakhir.

Dalam lembar soal, tercantum sebuah pertanyaan, "Siapa nama wanita yang selalu membersihkan kelas ini setiap hari?. Sebuah pertanyaan yang ganjil, pikir semua anak. Sebab, apa hubungannya seorang tukang sapu dengan kelulusan seorang mahasiswa?. Ah, sang dosen rupaya sudah kehabisan pertanyaan. Banyak mahasiswa yang membiarkan baris pertanyaan itu kosong tak berisi.

Ujian itupun usai. Semuanya mengumpulkan kertas ujian mereka masing-masing dan meninggalkan ruangan. Tampak seorang mahasiswa yang mendatangi meja depan, dan bertanya sesuatu kepada dosen yang sedang membereskan berkas-berkasnya. "Pak, apakah soal terakhir itu juga masuk dalam penilaian? " tanya mahasiswa itu perlahan, "Sebab, saya tak mengisi jawaban untuk soal itu.

Sang dosen menjawab, " Ya, tentu saja. Ia lalu melanjutkan, "Anak muda, kamu
belajar satu hal kali ini. Dalam hidupmu, kamu akan mengenal banyak orang. Dan semua orang itu penting, semua insan itu akan memberikan nilai buatmu. Mereka semua berhak untuk diperhatikan dan juga diberikan penghargaan. Walaupun, yang kamu lakukan cuma sekedar tersenyum atau mengucapkan salam.

"Dan, oh ya, Nak, pertanyaan semacam ini, akan kamu temui dalam bentuk yang berbeda kelak. Maka, bukalah matamu lebih lebar, dan bukalah hatimu lebih luas, kamu akan menemukan jawabannya.

Mahasiswa itu belajar hikmah yang berguna kali ini. Dan ia juga belajar, bahwa, wanita petugas kebersihan itu bernama Rose.

--Author Unknown

Selasa, 17 Maret 2009

SI KIKIR DAN MALAIKAT MAUT


Aththar An-Nisaburi

Setelah bekerja keras, berdagang dan menjadi rentenir, si kikir telah menumpuk harta, tiga ratus ribu dinar. Ia memiliki tanah luas, beberapa gedung, dan segala macam harta benda. Kemudian ia memutuskan untuk beristirahat selama satu tahun, hidup nyaman, dan kemudian menentukan tentang masa depannya.

Tetapi, segera setelah ia berhenti mengumpulkan uang, Malaikat Maut muncul di hadapannya untuk mencabut nyawanya. Si kikir pun berusaha dengan segala daya upaya agar Malaikat Maut itu tidak jadi menjalankan tugasnya. Si kikir berkata, "Bantulah aku, barang tiga hari saja. Maka aku akan memberimu sepertiga hartaku."

Malaikat Maut menolak, dan mulai menarik nyawa si kikir. Kemudian si kikir memohon lagi, "Jika engkau membolehkan aku tinggal dua hari saja, akan kuberi engkau dua ratus ribu dinar dari gudangku."

Tetapi Malaikat Maut pantang menyerah dan tak mau mendengarkannya. Bahkan ia menolak memberi tambahan satu hari demi tiga ratus ribu dinar dari si Kikir. Akhirnya si kikir menulis berkata, "Kalau begitu, tolong beri aku waktu untuk menulis sebentar."

Kali ini Malaikat Maut mengijinkannya, dan si kikir menulis dengan darahnya sendiri: "Wahai manusia, manfaatkanlah hidupmu. Aku tidak dapat membelinya dengan tiga ratus ribu dinar. Pastikan engkau menyadari nilai dari waktu yang engkau miliki." (180501)

Idries Shah, The Way Of Sufi