************************************************************************************************************************
Saudaraku, kalau artikel dalam blog ini bermanfaat informasikanlah kepada muslim yang lain
(Setiap kata yang mencerahkan orang lain, Insya Allah, anda akan mendapat ganjaran pahala)
============================================================================

Jumat, 26 September 2008

MENGALIR SEPERTI AIR


Soul's Bread:

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati."

Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit."

"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu bernama, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.
Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." kata sang Guru.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." Pria itu menolak tawaran sang Guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"

"Ya, memang saya sudah bosan hidup."

"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisasnya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak

Being a special


Banyak orang yang merasa bahwa ia memiliki sesuatu yang lain, sesuatu yang istimewa sehingga ia pantas termasuk orang yang penting, orang yang hebat, orang yang berkuasa, orang yang ahli, dsb.

Sudah barang tentu orang-orang yang mengaggap dirinya penting atau hebat tersebut memiliki kapasitas tertentu, yang pada tahap tertentu memang dikagumi banyak orang, sehingga ia berani merasa atau berkata seperti itu. Kekaguman terhadap dirinya akan semakin berkembang seiring dengan banyaknya penghargaan atau pengakuan dari masyarakat. Disisi lain masyarakat juga membutuhkan kapasitasnya tersebut karena merasa banyak memperoleh manfaat darinya.

Sampai pada tahap ini masih dalam kondisi yang wajar. Selanjutnya apabila ia mulai merasa paling benar dan gerah dengan adanya kritikan orang lain, maka saatnya untuk waspada dan lebih selektif terhadap pendapat dan kemauannya. Seorang pemuka agama yang merasa mendapat wangsit, bisa berkembang seakan mendapat wahyu, sehingga ia merasa mendapat mandat spesial dari Tuhan untuk mengajarkan pendapatnya kepada masyarakat. Kasus seperti ’amalia Eden’, Muhammad musadek, bisa masuk dalam kategori ini.

Apabila hal ini terjadi pada para pemegang kekuasaan, maka kebijaksanaannya yang mengatasnamakan rakyat, bisa jadi hanya sekedar dalih untuk membenarkan tindakannya yang sebenarnya hanya untuk sekelompok masyarakat kecil. Bahkan mengatasnamakan mandat Tuhan untuk menjustifikasi tindak tanduknya, contoh untuk kasus ini, seperti Firaun, Hitler, atau George W. Bush yang saat ini menjarah Amerika. Hal yang sama bisa terjadi pada para Ilmiawan, Olahragawan, Hartawan dsb.

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS. 3:26]

Bahkan dalam tataran yang lebih umum sering terjadi. Ketika seorang arsitek mengatakan kalau bukan karena saya proyek ini tidak jadi, ketika seorang pejabat mengatakan kalau bukan karena saya daerah ini tidak berkembang, ketika seorang guru mengatakan kalau bukan karena saya dia tidak jadi gubernur. Semua ini contoh seseorang yang mengklaim kehebatan dirinya dan menafikan ketentuan Allah. Seakan-akan tanpa dia sesuatu itu tidak akan terjadi. Nauzubillah min dzalik.

Saudaraku, segala sesuatu bisa terjadi karena adanya izin Allah. Kalau hanya sekedar kompetensi lalu merasa ia mampu berbuat sesuatu adalah hal yang salah. Berapa banyak orang yang mempunyai kompetensi yang sama tetapi tidak bisa melakukan seperti yang dilakukan yang lain. Sebaliknya ada orang yang menurut kita tidak punya kompetensi tetapi berhasil dan sukses. Contoh ini banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya tidaklah sepantasnya menyombongkan diri kalau mempunyai kelebihan tertentu.

Kamis, 18 September 2008

Hakekat dalam berpuasa


Ada dua metode atau jalan yang harus dilalui dalam berpuasa, apabila ingin puasa ramadan meninggalkan makna dan keberkatan dalam pribadi kita sebagai muslim yang muttakin

Pertama adalah kemampuan untuk mengendalikan diri dari gejolak hawa nafsu, baik terhadap hal-hal yang halal apalagi terhadap hal-hal yang memang sudah haram. Buah yang dipetik dari kemampuan ini adalah; badan lebih sehat, emosi lebih tenang, pikiran lebih jernih, sikap lebih bijaksana, hati lebih lembut, peka dan peduli sesama, dan lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya, sejarah kehidupan ummat manusia banyak berakhir dengan kesengsaraan dan keterpurukan karena tidak dapat mengendalikan nafsu-nafsu ini. Bung Karno terjungkal karena ketidakmampuannya mengendalikan diri dari pengaruh intrik politik dari kaum komunis. Pak Harto, tersingkir dari puncak kekuasaannya karena tidak mampu mengendalikan para konglomerat atas keserakan mereka terhadap kekayaan.

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). [QS. 79:40-41]

Kedua, kemampuan memaksimalkan semua potensi yang dimiliki; ilmu, kekayaan, fisik, kesempatan, untuk meningkatkan amalan-amalan sunnah. Buah yang dipetik dari kemampuan ini adalah; perasaan dekat dengan Allah, optimisme, kelapangan dalam hidup, persoalan dimudahkan jalan keluarnya, banyak mendapat rizki dari arah yang tidak terduga, dan mendapat kedudukan tinggi disisi Allah. Abdurrahman bin Auf, salah seorang sahabat yang memaksimalkan jalan ini sehingga suatu ketika ia bisa menjamin kebutuhan hidup seluruh penduduk Madinah, tetapi hartanya tidak habis-habis malahan bertambah terus.

Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. [QS. 35:7]

Menahan diri dalam spektrum yang luas, tidak hanya mengendalikan diri dari makan yang berlebihan, hidup bermewah-mewahan, kesewenang-wenangan dalam kekuasaan, tetapi juga dalam menampilkan diri sebagai orang yang beramal, orang yang berjasa, orang yang berhasil, bahkan sebagai orang yang tawadhu.

Saudaraku, apabila kemampuan mengendalikan diri ini, dan disertai usaha yang keras dalam melaksanakan amalan-amalan sesuai dengan potensi yang ada pada kita telah dilaksanakan, maka keberkahan ramadan dan ampunan dari Allah dengan sendirinya datang kepada kita, dan selanjutnya akan menghantarkan kita kepada suatu kehidupan dalam suasana yang sehat secara fisik dan batin.


NAMA BAIK


Kiriman: "Janti" (Thanks 2U)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Alkisah pada suatu ketika, Angin, Air dan Nama Baik sedang mengadakan perjalanan bersama-sama. Angin, biasa datang terburu-buru seperti orang yang sedang marah. Bisa melompat di sini dan menendang debu di sana. Air berjalan dalam bentuk seorang putri. Ia selalu membawa kendi ditangannya, meneteskan beberapa air di atas tanah sekitarya. Nama Baik berwujud dalam seorang pemuda yang tampan dengan sikap-sikap yang baik, namun sedikit pemalu.

Mereka saling menyukai, meskipun mereka sangat berbeda satu sama lain. Ketika mereka harus berpisah, mereka bertanya, "Kapan kita bisa bertemu untuk mengadakan perjalanan yang lain lagi?"

Angin menjawab, "Engkau akan selalu menemukan aku di puncak gunung-gunung atau melompat-lompat di sekitar kakimu. Meniup debu ke mana kamu pergi."

Air berkata, "Aku juga akan selalu ada disekitarmu. Kamu bisa pergi ke laut atau sungai, bahkan ke dapur, untuk menemuiku."

Nama Baik tidak mengatakan apa-apa. Angin dan Air bertanya, "Nama Baik, kapan dan dimana kita akan bertemu lagi?"
Nama Baik menjawab, "Kamu tidak akan bertemu aku lagi di manapun. Siapapun yang telah kehilangan aku sekali saja, takkan pernah bisa mendapatkan aku lagi."

Sumbser : Milis

Minggu, 14 September 2008

Mendidik Orang Rakus Dan Malas


Zaman dahulu ada seorang petani yang suka bekerja keras dan berbudi baik, yang mempunyai beberapa anak laki-laki yang malas dan rakus. Ketika sekarat, Si Tua mengatakan kepada anak-anaknya bahwa mereka akan menemukan harta karun kalau mau menggali tempat tertentu di kebun. Segera setelah ayah itu meninggal, anak-anaknya bergegas ke kebun, menggalinya dan satu sudut ke sudut lain, dengan putus asa dan kehendak yang semakin memuncak setiap kali mereka tidak menemukan emas di tempat yang disebut ayahnya tadi.

Namun mereka sama sekali tidak menemukan emas. Karena menyadari bahwa ayah mereka itu tentunya telah membagi-bagikan emasnya semasa hidupnya, lelaki-lelaki muda itupun menanggalkan usahanya. Akhirnya, terpikir juga oleh mereka, karena tanah sudah terlanjur dikerjakan, tentunya lebih baik ditanami benih. Mereka pun menanam gandum, yang hasilnya melimpah-limpah. Mereka menjualnya, dan tahun itu mereka menjadi kaya.

Setelah musim panen, mereka-berpikir lagi tentang harta terpendam yang mungkin masih luput dari penggalian mereka; mereka pun menggali lagi ladang mereka, namun hasilnya sama saja.

Setelah bertahun-tahun lamanya, merekapun menjadi terbiasa bekerja keras, disamping juga mengenal musim, hal-hal yang tidak pernah mereka pahami sebelumnya. Kini mereka memahami cara ayah mereka melatih mereka; mereka pun menjadi petani-petani yang jujur dan senang. Akhirnya mereka memiliki kekayaan yang cukup untuk membuat mereka sama sekali melupakan perkara harta terpendam tersebut.

Sumber : Milis

Senin, 08 September 2008

Derajatmu di Surga


From: darwin malang [darwin.malang@bni.co.id]
Sent: Tuesday, May 15, 2007 8:19 AM
Subject: Derajatmu di Surga

Sahabat, derajat kita disurga, ditentukan disini, di dunia. Seberapa tinggi derajat yang kita inginkan, sekaranglah saatnya untuk menentukannya. Apakah ini angan-angan yang utopia. Tidak, malah adalah suatu kewajiban, bukankah kita tidak ingin berangan-angan salah satu penghuni neraka. Allah berfirman melalui hadits qudsi yang maknanya; “Aku (Allah) adalah sesuai dengan persangkaan Hambaku”, kalau dia yakin doanya diterima maka Allah akan menerimanya, kalau dia yakin masuk surga, insya Allah akan terpenuhi.

Sahabat, berikut ini beberapa hadist Rasulullah, yang dapat meningkatkan derajat kita di surga kelak. Yakinkanlah diri sendiri bahwa memang seperti itulah adanya dan membulatkan tekad untuk melaksanakannya:


Memperbanyak sujud

Ma’dan bin Abi Thalhah, pernah bertemu dengan Tsauban. Ma’dan berkata kepada Tsauban, “Beritahu aku amal yang dapat membawaku ke surga.” Tsauban terdiam. Ma’dan berkata dengan perkataan yang sama. Tsauban masih tetap diam. Ma’dan berkata lagi ketiga kalinya dengan perkataan semula. Kemudian Tsauban menjawab. “Saya pernah bertanya kepada Rasulullan saw tentang hal itu, kemudian beliau menjawab, ‘Perbanyaklah sujud, karena setiap kali kamu bersujud kepada Allah, maka Allah mengangkat satu derajat untukmu, dan dengan sujud tersebut dihapus satu dosamu.” (HR. Muslim). Hadist shahih

Ubadah bin as-Shamit pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “setiap orang yang bersujud satu kali kepada Allah maka ditulis untuknya satu kebaikan, dihapus satu kesalahan, dan diangkat satu derajat. Oleh karena itu, perbanyaklah sujud.” (HR Ibnu Majah) Hadish Shahih


Membaca Al-Quran

Abdullah bin Amru bin Ash meriwayatkan Rasulullah saw bersabda, “Di akhirat nanti, ada yang berseru kepada para pembaca al-Quran, ‘Bacalah dan naiklah! Ulangi bacaanmu dengan teratur sebagaimana bacaanmu ketika di dunia, karena tempatmu berada sesuai dengan akhir ayat yang kamu baca.” (HR Ibnu Majah). Hadist Shahih

Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah saw bersabda, “Pada hari kiamat nanti al-Quran berdoa untuk pada pembacanya, ‘Ya Allah, berilah dia perhiasan.’ Allah memberinya pakaian kemuliaan. Lalu al-Quran berdoa lagi, ‘Ya Allah, tambahkan perhiasannya.’ Allah menambah perhiasan itu dengan mahkota kemuliaan. Al-Quran masih mendoakannya, ‘Ya Allah, ridailah dia.’ Allah pun meridoinya. Kemudian dikatakan kepada orang tersebut ‘Baca dan nailah! Setiap ayat yang kamu baca ditambahkan satu kebaikan.” (HR at-Tarmidzi) Hadist Hasan


Memperbanyak Zikir

Abu ad-Darda meriwayatkan Rasulullah saw bersabda, “maukah kalian aku beritahukan amal yang paling baik dan bersih disisi Allah; amal yang dapat mengangkat derajat kalian lebih tinggi; amal yang lebih baik daripada menginfakkan emas dan uang; lebih baik daripada memerangi musuh, mereka memenggal leher kalian dan kalian memenggal leher mereka?” Para sahabat menjawab “Mau Rasulullah.” Rasulullah saw bersabda, “Berzikirlah kepada Allah”. Mereka berkata, “Hanya berzikir, amal yang paling baik untuk terbebas dari siksa Allah.” (HR. Ahmad). Hadist Shahih


Bershalawat

Anas bin Malik meriwayatkan Rasulullah saw bersabda, “Orang yang bershalawat kepadaku sekali, Allah pasti memberi sepuluh rahmat, menghapus sepuluh dosa, dan mengangkat sepuluh derajat-nya.” (HR Ahmad) Hadist Shahih

Abu Burdah bin Niyar meriwayatkan Rasulullah saw bersabda, “Umatku yang bershalawat kepadaku sekali dengan tulus Allah pasti memberi spuluh rahmat, mengangkat sepuluh derajat, serta menghapus sepuluh dosanya.” (HR an-Nasai)

(Berdoalah agar setiap mendengar Muhammad Rasulullah disebut, kecintaan kita kepadanya semakin meningkat, karena ia begitu cinta kepada umatnya, walaupun ia
tidak pernah melihat kita,dm)


Perjalanan menuju Mesjid

Dari Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah saw bersabda, “Orang yang berwudhu di rumahnya kemudian di menuju salah satu mesjid untuk melaksanakan satu salah fardhu, maka salah satu dari dua langkahnya itu dapat menghapus satu kesalahan, sementara langkah yang lain dapat mengangkat derajatnya.” (HR. Bukhari – Muslim). Hadis Shahih
(Lalu ada berapa langkah yang dia kerjakan, sebanyak itulah yang akan diperoleh. Semakin jauh mesjid tentu semakin banyak langkah yang diperlukan, dm)


Tertimpa Musibah

Buraidah al_Aslami pernah mendengar Rasulullah saw bersaabda, “Tiada seorang muslim yang tertimpa oleh suatu malapetaka atau musibah kecil, bahkan duri sekalipun, melainkan dia akan mendapatkan salah satu dari dua perkara; Aallah akan menghapuskan dosanya yang tidak ias diampuni kecuali dengan musibah itu atau dia mencapai suatu kedudukan mulia yang tidak mungkin dicapai kecuali dengan cobaan tersebut.” (HR Ibn Abu ad-Dunya).

Muhammad bin Khalid meriwayatkan kakeknya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Apabila dituliskan bagi seseorang hamba satu kedudukan (derajat, dm), dan hal itu belum tercapai dengan usahanya, maka Allah akan mengujinya melalui jasad, harta, atau anaknya, kemudian Allah tumbuhkan kesabaran untuk menghadapi semua itu sehingga dia sampai pada kedudukannya tersebut.” (HR Ahmad). Hadist Shahih


Karena Sakit

Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan Rasullah saw bersabda. “Seorang muslim yang menderita sebab kepalanya pusing, tertusuk duri atau suatu hal yang lain yang menyakitkannya, maka Allah akan mengangkat derajatnya pada hari Kiamat nanti dan akan menghpuskan dosa-dosanya.” (HR Ibn Abu ad-Dunya)

Sahabat, alangkah mudahnya, meningkatkan derajat kita di surga. Dengan membiasakan memperbanyak sujud, membaca beberapa ayat, membiasakan berzikir, menyampaikan shalawat kepada Rasulullah saw, melangkahkan kaki ke mesjid untuk shalat berjamaan, bersaba menerima musibah dan penyakit. Dalam hitungan menit kita dapat melakukan secara bersamaan kegiatan diatas, dan berapa derajat yang dapat kita tingkatkan.

Sahabat, bandingkanlah dengan kondisi kita dibawah management modern di kantor kita masing-masing, betapa susuh untuk meningkatkan level, dimana level itu bedanya juga tidak seberapa. Bahkan banyak yang telah di vonis level mentok. Istilah yang tidak dapat dipecahkan oleh Ilmu Mgt Modern. Maka itulah kerugian kalau urusan kita diserahkan kepada manusia. Tekadkanlah bahwa yang dapat mengurus kita dengan benar dan sempurna hanyalah Allah, Ya Hayyu, ya Qoyyum.


Rujukan :

Imam ad-Dimyahti, “Hidup Penuh Pahala, Ensiklopedia Aktivitas sehari-hari Berpahala” Pustaka Maghfirah, Cetakan I, Juli 2006

Bila anda merasa email ini bermanfaat, maka berikanlah manfaat tersebut kepada orang-orang yang anda sayangi

Sehari meningkat 10.000 derajat di surga


Di surga naik derajat 10.000 sehari, lalu sebulan, setahun berapa derajat? Mustahil, mustahil.. mustahil ..., atau mungkin wali kali ya. Sabar, bukan wali, tetapi anda, saya atau siapa saja dan bukan hal yang mustahil. Mari kita yakinkan.

Rasulullah saw bersabda ‘Perbanyaklah sujud, karena setiap kali kamu bersujud kepada Allah, maka Allah mengangkat satu derajat untukmu, dan dengan sujud tersebut dihapus satu dosamu.” (HR. Muslim). Hadist shahih

Rasulullah saw bersabda, “maukah kalian aku beritahukan amal yang paling baik dan bersih disisi Allah; amal yang dapat mengangkat derajat kalian lebih tinggi “Berzikirlah kepada Allah”. (HR. Ahmad). Hadist Shahih

Rasulullah saw bersabda, “Orang yang bershalawat kepadaku sekali, Allah pasti memberi sepuluh rahmat, menghapus sepuluh dosa, dan mengangkat sepuluh derajat-nya.” (HR Ahmad) Hadist Shahih

Rasulullah saw bersabda, “Orang yang berwudhu di rumahnya kemudian di menuju salah satu mesjid untuk melaksanakan satu salah fardhu, maka salah satu dari dua langkahnya itu dapat menghapus satu kesalahan, sementara langkah yang lain dapat mengangkat derajatnya.” (HR. Bukhari – Muslim). Hadis Shahih

Katakanlah rumah anda dengan mesjid berjarak 500 meter atau kira-kira sama dengan 1600 langkah kaki. Apabila shalat berjamaah 5 kali sehari semalam berarti ada 16.000 langkah untuk pulang pergi berarti sudah naik 8000 derajat (lihat hadist ke 4). Sambil jalan anda membaca sikir, katakanlah untuk setiap shalat jamaah 400 atau 2000 untuk 5 kali, berarti anda sudah mencapi kenaikan 10.000 derajat.

Barangkali anda malas shalat berjamaah dan dirumah saja (maaf tidak dianjurkan), setiap selesai shalat fardhu bershalawat 200 kali atau 1000 kali untuk 5 shalat fardhu berarti anda telah mencapai kenaikan 10.000 derajat (hadist No.2)

Berbagai kombinasi dapat dilakukan dari 4 hadist diatas, kesimpulannya untuk mencapai kenaikan 10.000 derajat bukanlah pekerjaan yang sulit. Dan ingat bahwa ibadah-ibadah yang lain yang penuh dengan zikir dan shalawat belum di hitung.

Saudaraku, lihatlah Allah begitu pemurah mengobral ganjaran pahala dan kedudukan kepada hamba-hambaNya yang taat. Yakinlah dan jangan ragu bahwa janji Allah itu pasti tidak akan meleset ………………….


Ref. buntubatu.blogspot.com; Label, Email untuk sahabat : derajatmu di surga

Selasa, 02 September 2008

Saatnya untuk memilih


Semuanya akan berakhir, segalanya pasti berujung pada titik. Saya, anda, kakak, adik, orang tua, paman, tetangga atau siapapun pasti akan mati. Kapan, tidak penting. Yang penting adalah pilihan jalan yang dipilih. Mau jalan ke surga atau jalan ke neraka.

Kalau anda senang atau terpaksa memilih jalan ke neraka atau tidak peduli jalan ke surga, maka skenario perjalanan seperti berikut. Diawali dengan sakaratul maut . . . .

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)
Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
Didalam kuburan . . . .
Dalam hadits hasan riwayat Tirmidzi, Abu Hurairah berkata, "Kubur orang kafir itu disempitkan oleh malaikat sehingga membuat tulang-tulang remuk. Dan, itu merupakan kehidupan yang sempit."
Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Bakar bin Abu Syaibah dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Akan dikuasakan kepada orang kafir dalam kuburnya sembilan puluh sembilan ekor naga yang akan menggigitnya sampai tiba hari kiamat. Sendainya seekor saja dari naga itu menjilat sebidang tanah, maka tanah itu akan mati (tidak dapat menumbuhkan tanaman).'"

Didalam neraka. . . . . .
“Seringan-ringan siksa adalah seseorang yang memakai terompah dari bara api, sehingga menyebabkan otaknya mendidih. (HR. Bukhari dan Muslim).
”Kepala mereka akan disiram dengan air panas sehingga melelehkan otak mereka, begitu pula isi perut dan kulit mereka. (QS. Al-Hajj: 19-21).
”Wajah mereka akan diseret di atas bara api, juga dibolak-balik seperti daging bakar. (QS. Al-Ahzab: 66).

Saudaraku, jalan ke neraka jelas dan jalan ke surga juga jelas dan kita diberi kebebasan untuk memilihnya sampai dengan batas akhir kehidupan. Allah memberi dan menghargai kebebasan anda, tetapi Allah lebih senang dan gembira kalau kebebasan itu digunakan untuk memilih jalan untuk berjumpa denganNya di surga kelak.