************************************************************************************************************************
Saudaraku, kalau artikel dalam blog ini bermanfaat informasikanlah kepada muslim yang lain
(Setiap kata yang mencerahkan orang lain, Insya Allah, anda akan mendapat ganjaran pahala)
============================================================================

Rabu, 06 Januari 2010

Berikan yang dimiliki


Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). [QS. 93:11]

Memberi biasanya dipahami sebagai suatu sikap atau kegiatan yang dilakukan seseorang karena memiliki sesuatu yang berlebih dari kebutuhannya. Kalau statemen ini disepakati, maka spektrum yang berkaitan dengan beri memberi ini sangat luas. Senyum, berarti memberi kegembiraan. Ringan tangan, berarti memberi bantuan tenaga kepada orang lain. Nasehat, membagi dan memberi ilmu dan hikmah. Service, memberi pelayanan. Opini, memberi gagasan dan pengalaman. Sedekah, memberi sebagian harta, dst...

Demikianlah beberapa contoh darimana timbul dan asalnya potensi untuk memberi, sehingga siapapun kita, selalu banyak hal yang dapat diberikan. Jangan membatasi pemberian hanya pada sekedar uang atau harta lainnya, bahkan sebenarnya orang kaya adalah orang yang paling banyak menerima dan paling sedikit memberi.

Dalam Hadist Bukhari Muslim dari Abi Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "…menolong orang dengan mengangkut barangnya dengan kendaraannya atau mengangkatnya adalah sedekah, mengucapkan kalimat yang bagus adalah sedekah, setiap langkah seseorang menuju shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan duri-duri di jalanan adalah sedekah". Pada riwayat yang lain mengatakan ”... menemani mereka ketika sakit, atau menolong orang yang minta tolong, atau membuka kesusahan mereka, menjauhkan mereka dari sedih dan duka, memerintahkan kebaikan, tasbih, takbir, tahmid, tahlil, semuanya adalah sedekah, bahkan berhubungan dengan isteri juga adalah sedekah ".

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. [QS. 2:263]

Pemberian, dalam bentuk apapun, bertujuan untuk meringankan beban dan kesulitan yang dialami seseorang, sehingga apabila hal ini menjadi tabiat dan kebiasaan, maka alangkah berbahagia kita, karena Allah telah menjanjikan melalui RasulNya :

Barangsiapa yang memberi kemudahan kepada seseorang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat. (HR. Muslim)

Saudaraku, bagaimanapun kondisi kita, tanamkanlah dalam hati dan pikiran bahwa potensi untuk member;, mungkin itu berupa memberi maaf, buah pikiran, wawasan, informasi, doa, pengalaman, waktu, ilmu, harta, dst..., adalah jauh lebih besar daripada potensi untuk meminta. Disinilah kita memaknai menyampaikan atau menyebut-nyebut serta mensyukuri nikmat sebagaiman disebutkan pada ayat diatas. Memang kebahagiaan yang kita peroleh jauh lebih berbobot ketika memberi dari pada ketika menerima, Rasulullah bersabda;

“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan yang di atas adalah si pemberi, sedang tangan yang di bawah adalah si peminta” [HR Bukhari No. 1429 dan Muslim No. 103]


Kamis, 31 Desember 2009

Doa Akhir tahun 2009


Dengan namaMu ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga selawat dan rahmat tetap Engkau curahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabat beliau….

Setahun yang lewat, telah kami lalui dengan dosa-dosa dan kesalahan yang tidak terbilang. Dipenutup tahun ini, sebagaimana setiap hari kami mohonkan, Ya Allah ampunilah dosa-dosa dan kesalahan kami itu semuanya. Ampuni pula sikap kami yang salama ini mohon ampun kepadaMu dengan cara-cara yang tidak khusuk dan serius…

Ya Allah, walaupun amal-amal yang kami kerjakan pada tahun yang lewat, tidak ada artinya, dikerjakan tidak dengan keyakinan penuh, serta masih mengharapkan pujian dari orang lain, terimalah dengan Kasih SayangMu…..

Ya Allah, sekiranya Engkau masih memberikan kesempatan kepada kami beberapa saat kedepan, berikanlah kemampuan kepada kami untuk ikhlas dan rdho menerima segala kejadian yang engkau takdirkan, karena kami tahu segala ketetapan yang Engkau takdirkan kepada kami adalah yang terbaik bagi kami..

Ya Allah, berikanlah kepada kami kemampuan untuk mengeluarkan segala potensi yang Engkau berikan untuk beramal, berkarya dan berbakti kepadaMu.


Semoga sholawat dan salam tetap tercurahkan atas nabi Muhammad SAW dan atas semua keluarga dan para sahabatnya, Amien…



Persaingan atau persaudaraan


Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. (QS. 2 :148)

Apabila kita mendengar kata persaingan, maka akan terlintas dalam pikiran kita adanya suatu pertarungan untuk saling mengalahkan. Yang menang dialah yang hebat, sedangkan yang kalah adalah si pecundang, berarti diantara mereka tidak ada sifat persaudaraan.

Walaupun dalam agama tidak ada etika seperti ini, tetapi inilah yang mewarnai kehidupan kita sehari-hari. Untuk menjadi orang pimpinan tertinggi di suatu tempat/instansi, harus direbut dengan seribu macam cara, termasuk jalan-jalan yang tidak terhormat. Ketika kedudukan telah direbut, maka hilanglah persaudaraan dan pada akhirnya akan hilanglah pula kedamaian. An-Nawawi dalam syarah Muslim berkata : 'Para ulama berkata, 'Persaingan kepada sesuatu adalah berlomba kepadanya dan tidak suka orang lain mengambilnya, ia adalah permulaan tingkatan sifat dengki. Adapun hasad (dengki) yaitu inginnya hilang nikmat dari orang lain.’

Rasulullah bersabda: "Kamu saling bersaing, kemudian saling mendengki, kemudian saling membelakangi, kemudian saling membenci…" (HR. Muslim)

Kenapa harus saling mengalahkan, karena kita percaya bahwa hanya dengan cara itulah rezeki yang akan kita peroleh akan terjamin langgeng. Inilah logika terbalik yang ditanamkan setan kedalam pikiran kita, sehingga dibidang manapun kita berada selalu muncul nafsu untuk mengalahkan orang lain, teman, atau bahkan saudara sekalipun. Kadang-kadang kita mendengar kata-kata; “mari kita saling bersaing secara sportif atau professional”. Tetapi titik pandang akhirnya adalah kalahkan pesaingmu, bukan dari sudut maksimalkan prestasimu.

Dengan kaca mata iman yang jernih, bukan persaingan yang dikedepankan tetapi fastabikul khairat, berlomba-lamba untuk melakukan kebaikan, dengan demikian bukan persaingan yang dipikirkan tetapi persaudaraan yang diutamakan, sama-sama memacu prestasi, sehingga dua-duanya menang dan sama-sama mendapat manfaat yang maksimal.

Yang terpenting didalam fastabikul khairat adalah proses, bukan hasilnya. Hasilnya mutlak keputusan Allah, dan Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi kita. Hasil yang sedikit jauh lebih baik apabila prosesnya dilakukan dengan benar daripada hasil besar tetapi prosesnya tidak benar.

Peruntungan kita semua telah tercatat dalam kitab Lauhul Mahfudz, tetapi kerja keras yang kita lakukan dalam mencapai tujuan (peruntungan) adalah pilihan kita. Disinilah amal shaleh dilakukan, mau banyak atau sedikit terserah kita. Dengan demikian dimanapun posisi kita pada akhir dari suatu perlombaan bukan yang terpenting, dan kita tidak perlu iri dan dengki terhadap posisi saudara-saudara kita yang lain.

Saudaraku, persaingan hanya sekedar pisau untuk mempertajam kreatifitas dan kerja kita untuk memacu agar semua potensi yang kita miliki digunakan untuk mencari ridha Allah. Inilah intinya; tidak ada ‘persaingan’ dalam islam yang ada hanyalah persaudaraan.

Dan berjihadlah (berkerja keras dengan menggunakan semua anugera Allah yang kita miliki) kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. [QS. 22.78]


Senin, 21 Desember 2009

Hikmah dirahasiakannya kematian


Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS.67: 2)

Manusia harus meyakini bahwa perkara dirahasiakannya kematian seseorang adalah semata-mata pencerminan dari kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya. Kesadaran seperti ini sangat penting karena kita dapat merespon kematian dengan baik, pada akhirnya membawa kita kepada kesiapan yang tiada putus-putusnya untuk menghadapi kematian.

Karena kerahasiaan kematian memaksa atau memotivasi kepada kita untuk selalu melalukan perbuatan baik dari pagi hingga sore, dari sejak kecil hingga dewasa yang bisa mengantarkan kita kepada akhir kehidupan yang baik. Kalau kita mempunyai pengetahuan kapan kematian terjadi, katakanlah misalnya pada umur 45 tahun, maka kemungkinan persiapan kematian kita lakukan setahun menjelang kematian. Bukankah setahun itu sudah cukup untuk bertaubat nasuha dan mengerjakan perbuatan baik sebanyak-banyaknya sudah dapat mengantarkan seseorang ke surga. Kalau seperti ini kejadiannya, maka sesungguhnya kita mengalami kerugian selama 44 tahun untuk beribadah dan berbuat baik.

Apabila kita mempunyai pengetahuan tentang kematian, maka pikiran kita akan selalu terfokus ke sana, betapapun waktunya masih jauh, sehingga menurunkan gairah untuk hidup, padahal hidup ini adalah sesempurna-sempurnanya persiapan untuk mati.

Keluarga kita, anak dan istri, sungguh menjadi beban apabila mengetahui kapan kematian kita, demikian pula dengan kerabat atau teman-teman sekalian. Akan semakin berat karena mereka juga memikirkan kematiannya sendiri. Suasana kelabu selalu menggantung, Akhirnya yang akan terjadi adalah kekacauan dalam masyarakat.

Kematian tidak mengenal waktu, tua-muda, miskin-kaya, bila saatnya tiba, maka tidak ada seorangpun yang sanggup menangguhkannya meski sesaat (QS. 63 : 11)

Oleh karena kematian adalah misteri, maka misteri ini kita harus jawab dengan berbuat amal ibadah sebanyak-banyaknya tanpa menunda-nunandanya, menghindarkan diri dari perbuatan tercela, serta memohon ampunan dan taubah sebanyak-banyaknya kepada Allah. Dengan demikian maka sepantasnyalah kalau kita diajak berdoa untuk memohon kepada Allah Hadiah atau ganjaran yang terbaik

“Apabila kamu memohon Surga kepada Allah, maka mohonlah surga Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus itu adalah Surga paling tengah-tengah dan Surga paling atas, dan DI ATAS-nya adalah ‘ARSY-Nya Yang Maha Rahman”. (HR. Bukhari)

Saudaraku, apabila memkirkan kematian anggaplah esok hari maut akan menjemput, hal ini akan mendorong kita selalu tekun beribadah dan selalu mohon ampun atas dosa-dosa serta menghindari kemaksiatan, sementara memikirkan kehidupan anggaplah hidup selamanya, dengan demikian akan mendorong kita untuk sekuat tenaga mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk berusaha dan bekerja untuk membiayai kehidupan kita. Kedua perilaku ini secara otomatis akan memproduksi amal ibadah sebanyak-banyaknya. Dan itulah syarat untuk mendapat ganjaran yang terbaik, surga firdaus.


Rabu, 16 Desember 2009

My Facebook 28-07-2009 to 21-09-2009


maaf dan mohon kata yang berkibar saat-saat seperti saat ini, mulut-mulut kita mengucapkannya, hati-hati mereka menerimanya, Insya Allah, ketika maaf dan mohon tidak hadir, apakah kita membiarkan kekeruhan, mungkin kita perlu melangkah lagi, memberi maaf tanpa mulut-mulut berbicara, agar kemurnian dan keselamatan sela...lu hadir, Selamat idul fitri 1430 H Selamat mudik ke fitri … 21 September 2009

Ramadhan beranjak melewati paruh jalan, ada semangat yang menggebu menpaki hari demi hari, ada yang terseok-seok melangkah kepayahan, yang lain telah mendahului keluar dari jalur perburuhan, para muballigh kehilangan resep yang mujarab, diluar sana resep murahan para juragan dunia jadi rebutan, Itulah yang terjadi dari... ramadhan ke ramadhan, meski gempa silih berganti dipergulirkan, pingin lebih dahsyat? … 05 September 2009

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun Semoga arwah-arwah saudara-saudara kita yang meninggal karena gempa bumi tadi siang (Jawa Barat) diterima disisiNya. Amin. Dibulan yang suci ini mereka menghadap ilahi puasa dan tarawihnya insya Allah telah mensucikan diri mereka bukanakah mereka yang mati karena gempa adalah mati sahid kepada kel...uarga yang ditinggal semoga tabah dan ikhlas mari kita bacakan Al Fataihah … 02 September 2009

bulan ramadhan adalah bulan mengendalikan hawa nafsu
ketika engkau melihat kelalaian, keonaran, berilah nasihat
ketika hatimu merajuk, melihat kenyataan, maafkanlah bulan ramadhan adalah bulan kedamaian
ketika engkau melihat kekacauan, tebarkanlah salam
pada saatnya hati nurani akan menyapa
bulan ramadhan adalah bulan... cahaya bukalah hatimu menerima cahaya ilahi agar duniamu tidak gulita
… 02 September 2009

detik-detik adalah jam-jam diluar ramadhan
menit-menit adalah bulan-bulan diluar ramadhan
jam-jam adalah tahun-tahun diluar ramadhan
hari-hari adalah ribuan tahun diluar ramadhan
sahabatku, jangan biarkan detik berlalu tanpa makna
pancangkan spirit detik awal sampai detik akhir
sesaki oleh amal ibadah jangan tergoda ol...eh gosip, mall, tidur, game, bahakn fb kesempatan, boleh jadi ini yang terakhir dan terbaik
… 20 Agustus 2009

Allahumma ya Allah, siapapun yang mendoakan/mengucapkan selamat kapadaku ya Allah Engkau ijabah doanya, dan dengan segala kebaikan yang pernah aku kerjakan aku memohon kepadaMu mencerahkan kehidupan mereka dan melindungi mereka dari kejahatan makhluk-makhlukMu serta meringankan langkah mereka menggapai cintaMu dan surgaMu. Terima kasih semuanya, mengingatkan sisa umur saya makin menipis.... 8 Agustus 2009

Allhumma Ya Allah, Engkau telah panggil hambamu Dosa-dosanya telah engkau ampuni dengan rentetan penyakitnya Engkau kurangi lagi dengan sakaratul maut Kalau masih ada sisa-sisanya bersihkanlah dengan doa anak-anaknya Sucikanlah dengan doa-doa kaum muslimin
Allahumma Ya Allah, Jadikanlah rentetan peristiwa mengingatkan kami ke halte sakarulmaut Jadikanlah setiap kejadian mengingatkan kami akan tujuan akhir – kembali kepadaMu Jadikanlah nafsu-nafsu kami tunduk kepada Maha Kasihmu Jadikanlah akhir periode kami sebagai khusnul khotimah.... 5 Agustus 2009

“Jangan engkau mengatakan engkau sendiri, sesungguhnya Allah bersamamu. Dan jangan pula mengatakan tak ada yang mengetahui isi hatimu, sesungguhnya Allah mengetahui”. (HR. Ahmad, ) ... 28 Juli 2009


Professi terbaik


”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)

Ada yang berkata bahwa guru adalah profesi yang termulia. Ada yang berpendapat bahwa perawat adalah profesi yang termulia. Ada yang yakin bahwa relawan kemanusiaan adalah profesi yang termulia, ada juga yang menilai bahwa para petanilah yang mengemban profesi termulia. Tentu semua profesi diatas merupakan pekerjaan yang mulia, karena banyak membantu dan menolong orang yang mengalami kesulitan sehingga banyak bermanfaat kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda "..Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia." [HR. Thabrani]

Semua jenis pekerjaan yang halal adalah merupakan bidang profesi yang baik. Apabila pekerjaan tersebut dapat mengantarkan seseorang menjadi orang yang bertakwa maka itulah profesi yang terbaik, sebagaimana firman Allah Swt,

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.” (QS. 49:13)

Substansinya bukan terletak pada pekerjaan kantoran atau pedagang kaki lima, pilot atau tukang ojek, makelar tanah atau pedagang minyak tanah keliling, tetapi apakah dengan pekerjaan itu dapat membawa seseorang menjadi paling bertakwa, disitulah profesi terbaiknya. Itulah sebabnya sorang tukang sepatu tidak perlu merasa rendah diri kepada manager kantoran, pedagang asongan kepada distributor mobil mewah, dst. Ketahuilah Nabi Nuh tukang kayu, Nabi Idris tukang jahit, Nabi Daud pandai besi, Rasulullah pengembala.

“Sesungguhnya Allah Ta‘ala suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal”. (HR. Dailami)

Bahkan melalui pekerjaan yang berat dan susah payah dapat menjadi jalan untuk melebur dosa-dosa kita yang tidak dapat dihapus melainkan dengan jalan ini. Sabda Rasullullah,

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

Saudaraku, Apapun jenis pekerjaan yang dijalani saat ini dan seberapapun hasil yang diperoleh darinya, sepanjang kita telah berusaha dengan maksimal, maka syukurilah. Inilah syarat pertama yang harus dimiliki, apabila ingin merasakan nikmatnya bekerja dan nikmatnya kehidupan. Mensyukuri yang kecil berarti anda melatih diri untuk mensyukuri yang besar, karena begitulah sunnatullah setelah anda mensyukuri yang kecil yang besar akan datang menghampiri anda. Akhirnya nikmat-nikmat yang kecil dalam perhitungan orang lain, menjadi nikmat yang besar bagi anda. Subhanallah.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, (QS. 14:7)


My Facebook 26-10-2009 to 13-12-2009

"Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu" Keimanan dapat ditingkatkan dengan memperbanyak ilmu dan kerja keras, tetapi pada akhirnya hanyalah sebagai karunia dan nikmat dari Allah, oleh karena itu banyklah bermohon dan berdoa kepadaNya... 13 Desember 2009

"Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu" Keimanan dapat ditingkatkan dengan memperbanyak ilmu dan kerja keras, tetapi pada akhirnya hanyalah sebagai karunia dan nikmat dari Allah, oleh karena itu banyklah bermohon dan berdoa kepadaNya... 13 Desember 2009

Bacaan (doa) pagi dan sore... “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari susah dan sedih, lemah dan malas, takut dan kikir, serta tertekan hutang dan penindasan orang lain”. (HR. Bukhari)... 10 Desember 2009

Monday is beautiful.. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dgn kesanggupannya. Ia mendapatkan pahala yg diusahakan dan ia mendapat siksa yg dikerjakan.(QS 2:286). Untuk hamba2Ku yg shaleh, Aku sediakan kesenangan2 yg tidak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terlinta...s dalam hati manusia. HADITS QUDSI. Monday is the first day of jihad.. kerja... 13 Desember 2009

Seribu kali engkau berbuat salah kepadu, seribu kali maaf kuberikan....Sikap mulia yang sangat berat dilakukan, tetapi karena komitmen kita menjadi orang yang bertakwa, maka tidak ada jalan lain... harus diusahakan.... …orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang …. memaafkan (kesalahan) orang.lain [QS. 3:133-134]... 2 Desember 2009

Prophet Muhammad (Peace be upon him) said: "Whoever guides [another] to a good deed will get a reward similar to the one who performs it." [HR Muslim ]... 30 Nopember 2009

Seribu langkah seribu tasbih, Seribu langkah seribu subhaanallah,
Seribu langkah limaratus Alhamdulillah,
Seribu langkah limaratus laa ilaahaa illallah.

Kapan dan dimana sebaiknya dilakukan?
Ketika jalan-jalan menghirup udara segar dipagi hari,
Ketika menuju halte untuk menunggu angkutan,
Ketika menuju ke pasar memu...lai usaha,
Ketika ke mesjid untuh shalat berjamaah.
... 29 Nopember 2009

Saya yakin kita memiliki tradisi ilmu yg mumpuni demikian pula dengan wawasan yg kita miliki, tetapi sayang tradisi ilmu dan wawasan yg luas itu lebih banyak meng-awang2, tidak membumi, bayangkan seabrek janji Allah yg sangat menggiurkan sebagai motivasi untuk menjalankan titahNya sangat sering kita abaikan, sementara ...setan dan teman-temannya yg nyata2 musuh besar kita, kita terima dengan antusias dan bangga... 26 Oktober 2009

Minggu, 06 Desember 2009

Keluh kesah


Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang – orang yang mengerjakan sholat (QS. 70 : 19 – 22 ).

Keluh kesah benar-benar menjadi watak dasar manusia dari sisi yang negatif. Tetapi watak dasar manusia yang lain masih banyak, seperti; suka menolong, mencintai keindahan, senang melakukan penyembahan, ingin terkenal dst. Watak dasar yang kita miliki bisa bertahan dan menjadi kuat, tetapi juga bisa hilang melalui kebiasaan-kebiasaan yang dipupuk dan dikembangkan sepanjang perjalanan hidup manusia.

Keluh kesah sebagai subyek bahasan kita kali ini, merupakan salah satu sifat yang hampir menghinggapi seluruh umat manusia, dengan kadar dan intensitas yang berbeda-beda. Ketika kita berkeluh kesah, terjadi karena ada sesuatu yang tidak berkenan dengan kamauan kita, sayang kemauan disini lebih banyak karena dorongan nafsu. Selain juga disebabkan karena sering berangan-angan diluar kamampuan yang dimiliki.

Keluhan seperti ini tidak berguna karena melemahkan integritas kita sebagai makhluk yang mulia, dan sangat merugikan karena banyak menyita waktu yang kita miliki. Sementara yang dikeluhkan tidak terpecahkan permasalahaannya. Keluh kesah seperti penyakit menular. Pada awalnya kita mengeluh karena ada persoalan yang besar, namun setelah kebiasaan ini terbentuk, persoalan kecilpun selalu dikeluhkan.

Ayolah, apapun kondisi dan kenyataan yang kita hadapi saat ini, terimalah, syukurilah, dan berhenti berkeluh kesah. Apa yang ada dihadapan kita itulah medan jihad utama yang perlu kita perani dan carikan solusi terbaik, sembari selalu minta petunjuk dari Allah Swt.

Sebuah hadits qudsi yang menyatakan bahwa "Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku." (HR. Bukhari dan Muslim)

Energi yang kita peroleh dari kemampuan meredam keluh kesah, sangat luar biasa. Hidup terasa enteng sekalipun persoalan kehidupan silih berganti. Ada kekuatan untuk selalu mencari jalan keluar dari setiap masalah dan keyakinan untuk meperoleh solusinya. Keyakinan yang muncul karena menggantung diri atas pertolongan Allah.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. [QS. 94:5-6]

Satu kesulitan diapit dua kemudahan, satu persoalan disediakan banyak jalan keluarnya.

Saudaraku, kenapa setiap episode kehidupan kita dipenuhi dengan keluh kesah. Karena karakter kita yang malas dan ingin enaknya saja (itupun enak menurut hawa nafsu). Sekarang mari kita balik, bahwa segala kejadian yang dihadapi adalah ladang untuk memproduksi amal atau pahala, yang pasti kita nikmati nanti di akhirat. Bukankah segala gerak gerik, niat dan dan doa yang kita kerjakan, tidak akan disia-siakan Allah Swt.

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan dan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. [Saduran QS.99.7-8]