************************************************************************************************************************
Saudaraku, kalau artikel dalam blog ini bermanfaat informasikanlah kepada muslim yang lain
(Setiap kata yang mencerahkan orang lain, Insya Allah, anda akan mendapat ganjaran pahala)
============================================================================

Sabtu, 26 Maret 2011

My Facebook 17 January 2011 to 23 Maret 2011



The Prophet said, "There are two blessings which many people lose: (They are) health and free time for doing good."

(HR Bukhari – 8.421)

23-03-2011Rabu pukul 21:50

Bagaimana menyikapi serangan AS dan kawan-kawannya terhadap Lybia... agak muwet dan membingungkan... bukankah Qadafy telah membantai rakyatnya sendiri, maka AS dan kawan-kawannya punya alasan untuk membantai Qadafy dan rakyat libya yang lain, maka makin banyaklah kaum muslimin yang mati dan menderita.Dan itulah kemauan alam bawah sadar mereka utk memusnahkan umat islam, lihat di Afganistan contohnya.....

Hidayatullah.com - Ini Dia Bukti Tentara AS Bantai Warga Sipil Afghanistan

23-03-2011 Rabu pukul 17:12


Inilah pembebesan segala pemikiran dan hati maunisa untuk mencapai kebahagaiaan sejati :
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (QS. 112:1-4)

28 Februari jam 10:49


Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. [Qur'an Surat, 47.10]

11 Februari jam 21:16


Hari-hari yang sulit sering membuat kita putus harapan untuk bertemu yang kita cintai, hanya saja apabila hal-hal yang kita cintai itu sesuatu yang baik atau istimewa, selalu saja ada jalan untuk bertemu yang kita cintai. Kegigihan untuk menjaga shalat berjamaah di Masjid, oleh seorang ikhwan menjadi pengalaman yang wajib disyukuri.... Sesibuk apapun pekerjaan yang dilakukan, baik yang semata-mata terkait pada dirinya sendiri maupun yang berhubungan orang lain, selalu saja ada jeda atau waktu yang membawahnya untuk berjumpa dengan yang dicintainya. Bahkan ketika dia sendiri ragu akan menemukan jalan untuk bertemu dengan yang dicintainya tersebut. Mungkin ini adalah buah dari kegigihannya untuk selalu berjumpa dengan yang dicintainya dan doa yang selalu dipanjatkan agar ia selalu dapat melakukan dengan yang dicintainya tersebut.Lihat Selengkapnya

03 Februari jam 20:41


Dunia ini telah melimpah dengan rekayasa yang ingin disembunyikan dengan rekayasa yang lain, kebohongan dengan kebongan yang lain... tidakkah mereka sadar suatu waktu semuanya akan terbongkar tuntas tas..tas... Ingatlah
"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas y...ang mereka tinggalkan". [Yasin, 36.12]Lihat Selengkapnya

31 Januari jam 15:43


Reza Pahlevi, Marcos, Suharto, Ben Ali, Mubarak .... dan sederet para diktotor dan raja-raja zalim lain (termasuk yang lokal).. pada akhirnya tumbang dan menerima nasib yang tragis. Kelihatannya mereka tidak mengerti makna ayat suci ini ....
dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan.[QS.93:4]

28 Januari jam 13:04


Terima kasih Ya Allah, dua tahun Kau titipkan dia kepada hambaMU yang lain. Kini Engkau kembalikan kepadaku. Ya Allah berikanlah kami kekuatan untuk lebih sering mengunjungi rumah dan tempat-tempat yang Engkau Cintai.... Amin.

26 Januari jam 20:51


Setiap langkah ada catatannya, setiap huruf ada rewardnya, maka berusahalah setiap langkah yang digerakkan punya tujuan yang jelas dan setiap huruf di reka membawa makna.

26 Januari jam 13:31


Bersyukurlah kalau kita masih bisah bersyukur. Dan tanda bersyukur yang terbaik adalah tidak mengeluh menghadapi apapun kejadian yang menimpanya.

23 Januari jam 21:24


Ben Ali, presiden Tunisia akhirnya tumbang setelah berkuasa 23 tahun, Ferdinand Marcos tumbang setelah berkuasa 21 tahun, dan Suharto lengser stelah berkuasa 32 tahun. Ternyata dalam zona kenikmatan dan kemewahan yang lama bisa berakhiri segalanya dengan keadaan yang sangat tragis. Jadi berhati-hatilah kalau merasa selalu mendapat nikmat siapa tahu itu adalah bentuk dari ISTIDRAJ - KUTUKAN

17 Januari jam 10:11


My Facebook 24 September 2010 to 06 Desember 2010



Harapan di tahun baru : 1 MUHARRAM 1432 H

Ya Allah, Ya Tuhanku! Aku memohon kepada-Mu sebaik-baik; permohonan,
doa, kejayaan, ilmu, amal,
...ganjaran, kehidupan, kematian. Tetapkanlah (kakiku di
atas sirat-Mu) serta beratkanlah timbanganku. Perkuatkanlah imanku dan
tingkatkanlah darjatku serta terimalah solatku. Ampunkanlah kesalahan2
dan aku memohon kepada-Mu tempat tertinggi dari syurga-Mu.Lihat Selengkapnya

06 Desember 2010

"SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1432 H."

Insya Allah, pengurus DKM Masjid Jami' Anni'mah Japos, besok tgl 1 Muharram mengadakan 'Jalan Santai' utk mempererat tali silaturrahim sesama warga Komplek Japos & masyarakt sekitarnya. Ada door prize; sepeda, rce cooker, HP, blender, dll. Yg telah mendaftar 700-san org, konsumsinya dari para p...edagang; bubur ayam, nasi uduk, ketoprak, dll sekitar komplek. Semoga sukses. AminLihat Selengkapnya

06 Desember 2010

Sehari lagi Tahun baru 'kita' segera datang. ! Muharram 1432 H. Ayo apa yang kita lakukan. Apa yang kita sumbangkan. Mungkin ada kegiatan di lingkungan kita, di kantor kita. Mari berbagi biar ramai sedikit, atau yang lebih penting ada makna yang dipetik. Wassalam.

05 Desember 2010

Di Amerika sana, Obama jadi bulan-bulanan biro-biro survey yang ingin membuktikan obama adalah sebenarnya seorang Muslimm kata mereka. Obama sendiri berkali-kali membantahm tapi siapa yang dengar obama.

Daripada direcohin terus, mari kita undang Obama kembali saja ke habitatnya, bukankah ia belajar mengarungi kehidupan di Indonesia dan... lahir sebagai seorang muslim, mari kembali ke rumahmu yang sebenarnya. Kau telah kembali ke Indonesia dan selangkah lagi kembali ke kepercayaan leluhur orang tuamu, sebab kalau tidak pasti engkau merugi.

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [Al Qur'an 3.85]Lihat Selengkapnya


09 November 2010

Suatu hari Sulaiman dengan pakaian kebesarannya bersama pasukannya melakukan anjangsana, melihat hal itu seorang petani kagum dan berteriak "tidak ada seorangpun yang dapat mengalahkan kekayaan Sulaiman". Nabi Sulaiman yang mendengarnya mendekat dan mengatakan "ada",
"siapa" sahut sang petani.
"Orang beriman yang mengucapkan 'Subhanal...lah"
"mengapa" tanya sang petani
"Harta sulaiman yang banyak itu akan musnah, sedangkan ucapan Subhanallah kekal disisi Allah", jawab sulaiman.

(dari ceramah subuh di masjid Anni'mah Japos oleh Ustad L Jumharuddin LA.)Lihat Selengkapnya

03 Oktober 2010

Saya harus (mudah-mudahan ada yang lain) mengucapkan terima kasih kepada FPI. Kenapa? karena kegigihan merekalah maka terbongkorlah kedok pelaksana fertival film gay. Penyelenggran mengatakan sudah punya izin adalah kebohongan karena Menteri Kebudayaan dan Parawisata Jero Wacik mengatakan Instansinya tidak pernah mengeluarkan izin, demikian pula dari Keminfo tidak ada izin.

29 September 2010

Saudaraku Indra Kusuma, selama jalan menuju Sang Khalik doa kami menyertaimu. Banyak kenangan dan bantuan yang engkau tebarkan. Yang paling berkesan ketika isteri saya terdesak melahirkan, engkau antarkan ke Parkland Hospital Dallas, Texas di tengah malam gulita dan belantara budaya. Ya Allah, angkatlah amalnya ini sebagai teman dalam perjalannya. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wa'fuanhu. Amiin

24 September 2010 jam


Memaksimalkan potensi amal (1)


Naluri manusia adalah ingin memperoleh hasil yang maksimal dari setiap usaha yang dilakukan, kadang-kadang dengan embel-embel tanpa harus bekerja keras. Demikian pula halnya dengan orang-orang yang beriman, selalu berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik dan dengan kerja yang terbaik pula.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali amal kegiatan yang kita lakukan, tetapi apakah sudah dilakukan dengan cara yang terbaik untuk memperoleh hasil yang terbaik pula. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan atau dipersiapkan agar hasil maksimal yang diharapkan dapat dicapai.

Masalah keimanan. Inilah yang menjadi tolak ukur pertama apabila kita mengharapkan hasil usaha dan amal kita mencapai hasil yang terbaik. Iman membersihkan segala cara peribadatan dan amal saleh yang dilakukan sehingga sesuai dengan tata cara yang benar dan terbaik serta tidak melenceng dari kebenaran agama yang dianut. Dengan iman segala hambatan dan rintangan mudah dilalui tanpa menurunkan produktivitas dari potensi yang dimiliki. Dengan iman sifat-sifat malas, mengeluh, lesu, berpuas diri, putus asa, yang menghambat produktivitas amal dapat dihindari. Mengapa demikian, karena :

Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. [QS.64:11]

Menjaga Wudhu. Menjaga wudhu berarti berusaha setiap saat selalu dalam keadaan berwudhu, setiap wudhunya batal karena hadast kecil diperbaharui lagi dengan wudhu yang lain. Tentu saja kita sudah tahu keutamaan berwudhu, diantaranya adalah menggugurkan dosa-dosa kecil pada setiap anggota tubuh yang terkena air wudhu. Setiap perbuatan yang suci dan agung diwajibkan atau disunatkan dalam keadaan berwudhu, hal ini menandakan keutamaan berwudhu, bahkan perbuatan yang dilakukan dalam keadaan berwudhu nilai amal akan dilipatgandakan berkali-kali.

Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa, tiap-tiap orang yang membaca Al Quran dalam sembahyang, akan mendapat pahala lima puluh kebajikan untuk tiap-tiap huruf yang diucapkannya; membaca Al Quran di luar sembahyang dengan berwudhu, pahalanya dua puluh lima kebajikan bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya; dan membaca Al Quran di luar sembahyang dengan tidak berwudhu, pahalanya sepuluh kali kebajikan bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya.

Tentu saja perbuatan membaca al Quran ini dapat kita analogikan dengan kegiatan amal baik lainnya, sehingga semua kebaikan yang kita lakukan apabila dalam keadaan berwudhu nilainya dan bobotnya akan bertambah tinggi.

Mendoakan dan memohonkan ampun kepada orang lain. Mungkin setiap kesempatan kita telah memanjatkan doa dan mohon ampunan kepada Allah, tentu saja hal ini adalah perbuatan yang sangat terpuji. Tetapi kemampuan kita berdoa juga terbatas, oleh karena itu maksimalkanlah dengan cara mendoakan dan memohonkan ampun kepada sesama muslim sebanyak-banyaknya, karena sebanyak orang yang kita doakan sebanyak itu pula doa yang kita terima melalu para Malaikat, sangat luar biasa. Subhanallah.

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)



Rabu, 23 Maret 2011

Akhir dari Kebesaran


Semua orang tahu bahwa setiap kekuasaan pasti akan ada akhirnya, tetapi tidak semua menyadari bahwa waktu itu akan datang bahkan lebih cepat. Mencari kekuasaan di dunia anda akan mendapatkannya, mencari kebahagiaan hidup di akhirat juga dapat diperoleh. Kebanyakan orang memilih kekuasaan/kebahagiaan di dunia dan mengabaikan akhirat. Yang paling celaka kalau anda tidak mendapat dunia dan akhirat juga terabaikan.

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh apa-apa di akhirat, [QS. 11:15-16]

Dalam sejarah perkembangan dunia banyak ditemukan tokoh-tokoh besar yang berasal dari orang-orang status sosialnya biasa-biasa saja, bahkan sebagian yang sama sekali tidak diketahui asal usulnya. Tentu saja bagi kita sangat tertarik untuk mengetahui bagaimana prosesnya dan apa-apa saja yang dilakukan sang tokoh sehingga berhasil mencapai puncak kariernya/kekuasaannya.

Sudah barang tentu tidak mungkin akan kita paparkan sejarahnya di sini, tetapi yang dapat dipelajari adalah bahwa mereka bergerak dari awal dengan sesuatu yang sederhana atau kecil, dan mungkin tidak berarti bagi orang lain, Namun dari yang kecil itu dia punya tekad niat yang kuat untuk mencapai sesuatu, dan itulah yang dikembangkangkan dengan tekun dan konsisten dan secara bertahap menaiki tangga satu persatu. Bukan dalam semalam, juga bukan dalam setahun, bahkan puluhan tahun baru ia mendapatkan hasilnya.

Ketekunan, kerja keras, selalu mengembangkan diri, mengembangkan jaringan, mungkin juga ada dengan cara licik dan tipu daya adalah cara-cara yang ditempuh orang untuk mencapai kejayaannya. Sayangnya banyak juga tokoh-tokoh dunia yang tumbang karena keserakahan-keserakahan dan gemerlapnya dunia yang tidak bisa lagi dilepasnya. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari fenomena ini. Salah satunya adalah bahwa kesulitan, penderitaan, kekurangan, mengajarkan kepada kita untuk kerja keras, tekun, tidak cepat putus asa, berhubungan dengan sesama manusia secara jujur dan iklhas. Sementara kemewahan, kemudahan, kesuksesan banyak mengajarkan kita untuk bersaing, saling curiga, menjatuhkan, hidup mubazir dan berfoya-foya.

Sungguh banyak dijumpai orang-orang yang sebelum ‘berhasil’ adalah orang yang santun, ramah, peduli, taat dan menyenangkan, tetapi setelah sukses karakternya berubah menjadi sombong, feodal, egois yang akhirnya menjadi pencinta dunia yang ulung. Coba bayangkan berpuluh tahun berburu sukses tetapi yang didapat hanya nafsu duniawi.

Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. [QS. 40:21]

Saudaraku, itulah kekuasaan, kebesaran, kemewahan yang selalu dikejar-kejar manusia, padahal itu semua hanyalah fatamorgana yang sekejap lewat dalam kehidupan yang tiada artinya kalau tidak dilandasi dengan iman dan takwa. Hidup sederhana lebih menjamin kita untuk mencapai tujuan hakiki yaitu dengan kerja keras, prihatin dan istiqomah yang membawa kita ke kemewahan yang tiada berakhir.



Minggu, 20 Maret 2011

Kepatuhan dengan ridho atau terpaksa




Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan. [QS.3:83]

Umumnya apabila orang ditanya apakah ingin kebebasan, maka jawabnya sebagian besar menjawab, ya. Sayangnya dari pertanyaan itu sendiri kita telah mengakui bahwa kita, manusia, sebenarnya tidak memiliki kebebasan yang sempurna. Bahkan kalau dikaji apabila menusia diberi kebebasan menurut versinya, maka bukan kebebasan yang dijumpai, tetapi kekacauan dan keonaran.

Kalau kebebasan dapat mengantarkan manusia menuju kekacauan dan keonaran, maka kepatuhan akan mengantarkan manusia kepada kedamaian dan kesejahteraan. Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa kebanyakan manusia mengejar kebebasan dan menolak kepatuhan. Jawabannya adalah karena godaan hawa nafsu dan cinta dunia. Sebab yang lain karena merasa kuasa melakukan sesuatu yang didorong oleh rasa bangga dan sombong.

Sebenarnya banyak hal dimana manusia, seberapapun kekuasaan dan kepintarannya, tidak berdaya. Ketika petang datang dia tidak berdaya untuk menolaknya, rambut di kepalanya tidak kuasa menahannya untuk tumbuh, keresahan dalam hatinya tidak kuasa dibendungnya, anak-anak yang dilahirkannya malah membuatnya seperti budak. Lalu bagaimana dia bisa menahan matahari yang terbit esok harinya, dan puncaknya adalah kematian yang menutup segala mimpi-mimpi kekuasaannya sekaligus kebodohannya.

Ketidakpatuhan atau kebebasan menurut kehendaknya sendiri bisa saja menjadi pilihannya, padahal kebebasan itulah yang mengikat dirinya sendiri untuk mengetahui hal-hal di luar pemikirannya yang jauh lebih baik daripada yang diyakininya, karena keyakinannya itu terbentuk hanya karena ego dan kesombongan dirinya. Orang-orang seperti inilah yang terpaksa patuh setelah di akhirat, kepatuhan yang disesali selama-lamanya.

Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. [QS. 23:99-100], Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."(QS. 67:10)

Saudaraku, mungkin masih ada di antara kita yang tidak menerima seluruhnya ajaran agama kita ini, karena tidak sesuai dengan pemikiran, pemikiran yang terbentuk karena pengaruh sekuler dan cinta dunia. Yakinkanlah diri atau paksalah diri untuk menerimanya, hasil buah pikiran kita terlalu kecil bila diperhadapkan dengan ketentuan Allah Swt. Apabila berat menerimanya banyak-banyaklah beristighfar dan berdoa untuk menyelaraskan pemikiran-pemikiran kita dengan agama yang kita peluk ini.

Saudaraku, masukilah agama ingin keseluruhan ajarannya, meski berat tetapi yang terpenting adalah selalu memperbaharui niat untuk bertekad melaksanakan ajarannya dengan sebaik-baiknya, dan berhentilah dari usaha-usaha untuk mengingkarinya.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. [QS. 02:208]


Minggu, 27 Februari 2011

Cara mudah membiasakan shalat malam


Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. [QS. 17:79]

Dalam sebuah hadist qudsi Rasulullah SAW bersabda, ''Tuhanmu yang Maha Pemberi Berkah dan Maha Mulia, selalu turun ke langit dunia setiap malam, pada paruh waktu sepertiga malam terakhir, dan Dia berfirman, 'Barang siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, barangsiapa mengajukan permintaan kepada-Ku akan Aku berikan, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni'.'' (HR. Bukhari, Muslim, Malik, Turmudzi, dan Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda, "Sebaik-baik salat setelah salat fardhu adalah salat (di tengah) malam." (HR Muslim).

Alangkah besarnya keutamaan shalat malam seperti dijelaskan pada ayat dan hadist-hadist diatas. Lalu apakah dengan mengetahui keutamaan-keutamaan tersebut otomastis dapat mendorong kita untuk mengerjakannya. Seharusnya jawabannya ‘ya’, tetapi kenyataannya setelah kita baca, atau setelah mendengar ustad menerangkannya maka kita cenderung pula melupakannya. Ternyata melakukan sesuatu yang baikpun, meskipun mempunyai keutamaan yang dahsyat, tidak bisa serta merta dapat dilaksanakan, tetapi harus melalui pembiasaan atau proses yang lama untuk menjadi kebiasaan yang rutin.

Marilah kita mencoba membiasakan shalat tahajjud melalui latihan yang rutin, misalnya:

Tahun pertama, tahajjud dilakukan sekali sebulan, 2 – 4 rakaat tambah 3 rakaat witir
Tahun kedua, tahajjud dilakukan 2 kali dalam sebulan, 4-8 rakaat tambah 3 rakaat witir
Tahun ketiga, tahajjud dilakukan sekali dalam seminggu, dst komplit.
Tahun keempat, tahajjud dilakukan 3 kali dalam seminggu,
Tahun kelima, tahajjud dilakukan 5 kali dalam seminggu, akhir tahun kelima sudah bisa dilakukan setiap malam

Tentu saja dapat disesuaikan dengan kesanggupan masing-masing pribadi, mungkin ada yang lebih singkat atau lebih panjang. Yang terpenting adalah punya keinginan atau niat yang kuat dan dilaksanakan secepatnya. Yakinlah kalau hal ini sudah dapat dipraktekkan, maka sesungguhnya anda telah berhasil melaksanakan sekitar 50%. Kalau diawal direncanakan selama 5 tahun, kenyataannya tidak akan sampai lima tahun. Sebaliknya tanpa perencanaan secara bertahap dan kontinyu, maka 20 tahun kemudian shalat tahajjud setiap malam belum tentu bisa menjadi kebiasaan.

Saudaraku, apabila program ini dapat kita lakukan dengan baik, maka dengan metode yang sama dapat dikembangkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita yang lain seperti puasa, sedekah dan amaliyah lainnya. Kalau urusan dunia kita punya perencanaan yang baik dengan target tertentu setiap tahunnya, lalu dilakukan evaluasi dan perbaikan secara berkesinambungan, mengapa dalam urusan akhirat kita tidak dapat kerjakan lebih baik? bukankah hasilnya akan kita nikmati selama-lamanya, sementara urusan dunia mungkin saja dinikmati hanya sehari atau beberapa tahun.

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. [QS. 87:17]


Minggu, 13 Februari 2011

Kapankah kita siap mati


Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. 63:11]

Peristiwa kematian adalah pengalaman bagi orang lain. Kejadian yang setiap hari kita lihat, kita rasakan, dan kita dengar. Kadang-kadang menyentuh kesadaran kita tetapi lebih sering seperti peristiwa-peristwa yang lain berlalu dan hilang. Kebanyakan orang lebih senang membicarakan sukses-sukses masa depan, apa yang dilakukan esok atau tahun depan untuk memperkokoh eksistensi kita sebagai seorang yang sukses di dunia ini.

Hakekatnya orang yang mencintai kehidupan didunia ini harus juga mencintai kematian, karena kehidupan adalah pasangan dari kematian, kegagalan kita dalam mempersiapkan kematian adalah kegagalan dalam menikmati kehidupan di dunia ini, seperti orang yang gagal mengolah hari-harinya akan gagal pula dalam menutup malam-malamnya. Karena hari akan berujung malam dan malam adalah awal dari hari berikutnya.

Orang yang bicara sukses dalam hidupnya, betapapun ia kelihatan berhasil kalau gagal dalam mempersiapkan kematiannya, hanyalah sukses yang penuh ilusi. Fana. Makanya “akhir itu lebih baik dari permulaan” firman Allah dalam Al Quran. Kematian yang baik itu lebih baik dari kehidupan mewah. Andaikata sepanjang hidupnya hanya dipenuhi dengan kesengsaraan, tetapi setelah kematiannya menemukan tempat yang baik, adalah jauh lebih baik daripada hidup senang tetapi mati sengsara.

Lalu kapan kita siap untuk mati? Mungkin jarang orang yang dapat menjawab dengan mantap pertanyaan ini. Kecuali dalam situasi yang menghendaki dimana kondisi menghadapi perang di jalan Allah. Tetapi apakah hanya dalam sistuasi seperti ini baru kita siap mati. Tidak. Alarm siap mati seharusnya cara yang baik untuk mengawal kita untuk selalu berbuat dalam koridor ketentuan yang digariskan agama. Setiap perintah dan larangan yang kita kerjakan merupakan pencerminan dari tekad kita untuk siap mati, tetapi bukan berarti kita mencari atau menghindari kematian.

Siap mati berarti ada semangat untuk berkarya, karena melalui karya itulah cara terbaik menghadapi kematian. Karya yang terbaik dan ikhlas merupakan amal saleh yang terbaik pula, dengan demikian bisa termasuk : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. [QS. 98:7].

Dengan paradigma seperti diatas dapat mengantarkan kita kepada suatu sikap dimana setiap mengingat mati akan muncul semangat untuk melakukan yang terbaik dari seluruh sisi kehidupan kita, baik yang bersifat keduniaan maupun peribadatan. Sikap malas dan sifat cepat putus asa lebih mudah dihindari karena tidak menghasilkan apa-apa. Tidak menghasilkan amal saleh.

Saudaraku, apakah kita siap mati!? Persoalannya bukanlah disitu tetapi apakah setiap mengingat mati, semangat kita untuk berkarya atau beramal muncul atau tidak. Mati bukan urusan kita, urusan kita adalah setiap mengingat mati, amal kita terus bertambah, itulah sebabnya orang yang selalu mengingat mati digelari dengan orang yang cerdas.

Nabi Saw. bersabda: "Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian, (HR. Tirmidzi, Ahmad)



Doa terhadap keturunan


"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [QS. 25:74]Rata Penuh

Sebagai orang tua adalah wajar mengharapkan anaknya menjadi yang terbaik, shaleh dan dapat membanggakan orang tuanya, bahkan orang tua pemabuk pun tetap mengharapkan anaknya tidak seperti dirinya. Itulah fitrah manusia. Sayangnya keinginan seperti ini, orang tua sendiri yang merusaknya dengan menunjukkan contoh yang tidak baik bagi anaknya.

Tetapi apakah dengan kondisi yang telah terjadi seperti ini akan dibiarkan seterusnya. Bagi orang tua, apapun yang terjadi akan selalu berusaha mencari jalan untuk mengantarkan anak-anaknya menjadi anak yang baik. Mungkin ada sifat-sifat kurang baik orang tua yang sulit ditinggalkan atau kapasitas untuk mendidik anak tidak memadai, bukanlah menjadi halangan bagi orang tua untuk mengusahakan anak-anaknya menjadi lebih baik.

Salah satu terapi yang dapat dipraktekkan adalah dengan melalui ketekunan memanjatkan doa kepada Allah Swt. doanyapun sebatas pemahaman yang dimiliki dalam bahasa kesehariannya. Tidak apa, yang terpenting konsistensi dan ketekunan berdoa untuk kebaikan anak setelah berjuang sesuai dengan kapasitasnya mendidik anak-anaknya dengan cara sendiri. Boleh jadi doanya sudah terakomodasi seperti doa-doa para nabi-nabi sebagaimana beberapa doa berikut ini.

Doa Zakaria;
“maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai".[QS.19:5-6]
"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".[QS. 3:38]

Doa Ibrahim;
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” [QS.14:40]
“jadikanlah di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau” [QS.2:128]

Dia sadar atas kondisinya, oleh karena itu dia juga tidak berharap doanya segera terealisir, akan tetapi ia tetap optimis dengan selalu berharap dan berdoa, suatu waktu Allah akan memperkenankan doanya, bukankah Allah telah menjanjikan seperti itu. Dan bukankah akhir lebih baik dari permulaan. Mungkin saja doanya baru terkabul setelah dia sendiri meninggalkan alam ini, baginya yang terpenting adalah berdoa, berdoa, dan berdoa.

Saudaraku, sebuah kata sederhana yang diulangi terus menerus secara konsisten dapat memberi sugesti dan motivasi kepada yang mengucapkannya, demikian halnya dengan doa, apabila terus menerus dipanjatkan akan memberikan dampak positif kepada pemohonnya. Kalau doanya berupa kebaikan dan pemberi semangat, maka lama kelamaan perilaku baik dan semangat akan tumbuh dalam diri si pemohon. Barangsiapa yang berbuat baik, maka perbuatan itu akan kembali kepada dirinya sendiri. Dan apa yang didoakan, juga didoakan oleh para malaikat agar si pendoa mendapat serupa apa yang didoakan kepada orang lain.